ALAM SEMESTA SAHABAT KITA
Bencana alam yang terjadi yang seakan tiada
henti di Indonesia, gunung meletus, longsor, banjir, kebakaran, hujan yang
dimana pada saat ini sudah tidak mengenal musim. merupakan rentetan dari
musibah alam sebelumnya yang menimpa negara kita. Pada jarak waktu yang tak
terlalu jauh, terjadi dan terus terjadi lagi . Yang anehnya lagi, banjir
bandang ini selalu membawa kayu-kayu gelondongan sisa hasil penebangan liar
dari sebagian orang yang telah memporak-porandakan hutan untuk kepentingan
dirinya sendiri, merampas hasil hutan tanpa pandang bulu, besar atau kecil
semua di tebang.
Mengapa
manusia seperti tak pernah jera dengan musibah yang bertubi-tubi menimpanya?
Akibat ulah dari segelintir oknum yang telah melakukan pengrusakan hutan dengan
illegal sehungga kita semua yang ikut-ikutan menanggung akibatnya.
Kedepannya kita tidak pernah tahu akan rahasia alam,
apakah alam akan kembali murka? Manusia perlu mengoreksi diri bahwa jangan lagi
memperlakukan alam dengan semena-mena.
Manusia
yang dikatakan cerdas adalah manusia yang mau bersahabat dan berdamai dengan
alam. Bagaimana Solusi Islam mengajarkan kita bersahabat dan berdamai dengan
Alam:
Kesadaran bahwa missi Nabi Muhammad saw adalah untuk
kasih-sayang bagi alam semesta (Rahmatal Lil ’Alamin). Allah SWT mengutus Nabi
Muhammad saw adalah bukan hanya untuk manusia, tetapi untuk membawa rahmat, kasih-sayang
bagi seluruh alam semesta.
لَقَدْجَآءَكُمْرَسُولٌ مِّنْ أَنفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُم بِٱلْمُٶْمِنِيْنَ رَءُوفٌ رَّحِيمٌ
Artinya:
Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari
kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan
(keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap
orang-orang mukmin.« At-Taubah 128
Missi
Islam yang utama yaitu menjaga dan melestarikan lingkungan hidup dengan iman
dan tauhid kepada Allah SWT. Islam sangat mengutuk siapa saja yang merusak
ekosistem alam semesta, karena kerusakan yang demikian ini dapat membunuh dan
menghancurkan peradaban manusia itu sendiri. Karena persahabatan yang akrab
inilah, banyak ayat-ayat al-Qur’an yang menceritakan bahwa alam semesta ini
bertasbih, bertahmid memuji Allah SWT. Dan beristighfar untuk orang-orang yang perduli
terhadap kelestarian alam semesta. Dunia dapat hancur dan Kiamat akan terjadi
manakala kita umat manusia tidak perduli terhadap kelestarian alam semesta ini.
Kesadaran
jika kita adalah bagian dari alam semesta, dan alam semesta adalah bagian dari
kita sendiri. Dalam Kosmoekologi Islam, diajarkan bahwa manusia adalah
mikrokosmik bagian dari alam yang makrokosmik. Saat manusia mulai dekat dengan
Supramakrokosmik (ALLAH SWT) maka derajat manusia menjadi makrokosmik dan
semesta menjadi mikrokosmik. Ada hubungan batin, power, psikologis dan
spiritual yang sangat erat antara manusia dengan alam. Manusia dan alam adalah
saudara kembar. Jika manusia bersedih, alam turut bersedih. Jika alam menangis,
manusiapun turut menangis.
Kesadaran
bahwa alam semesta adalah makhluk Allah dan amanat Allah untuk manusia. Allah
menciptakan manusia pertama dan keturunannya adalah sebagai Khalifah fil Ardhi,
yang tugasnya adalah untuk memakmurkan dan memberdayakan alam semesta dengan
aturan-aturan Allah SWT (Syariat Allah). Syariat Allah adalah ketetapan-ketetapan
Allah yang kebenarannya mutlak. Sebagai Sang Maha Pencipta, tentunya Allah
lebih mengetahui bagaimana cara mengelola hasil karyanya dengan baik dan benar.
Dalam hal ini maka manusia harus mengikuti panduan yang telah direkomendasikan
oleh Allah kepada kita. Alam itu ramah maka hadapi dengan keramahan. Alam itu
baik maka hadapi dengan sikap dan etika kita yang baik. Alam itu cinta dan
damai, maka hadapi dengan cinta dan damai. Jika kita mampu bersahabat dan
berdamai dengan lingkungan dan alam semesta, maka alam semesta ini akan
melayani kita sebagai sahabat karib. Sebaliknya jika kita marah pada alam
semsta, ia akan marah kepada kita.
Komentar
Posting Komentar